Cari Blog Ini

Memuat...

Rabu, 01 Juni 2011

Tentang Penulis

TENTANG PENULIS

Dilahirkan di Denpasar, dari orang tua yang berasal dari Br. Umadiwang, Belayu, Marga, Tabanan, di usianya yang akan menginjakkan angka 40 tahun ini, masih terasa begitu banyak tugas yang masih harus dikerjakannya. Karena atas kesadarannya bahwa kelahiran adalah merupakan suatu mandat tugas yang tidak dapat dipesan; waktu, tempat ataupun tingkat sosial ekonomi tempat lahirnya inilah menjadikannya selalu haus untuk ingin meminum pengetahuan kewajiban sebagai pratisentana untuk diupayakan dengan segala daya dan upaya. Dalam usia relatif muda ini pula telah disandang berbagai macam predikat, mulai dari gelar kesarjanaan Arsitektur, keterlibatan dalam berbagai kegiatan LSM sosial ataupun keagamaan, kepanitiaan berbagai pembangunan Pura, sebagai Penglingsir dikalangan keluarga Besar, dan lain sebagainya. Pada Organisasi Pasametonan Balangan seluruh Bali, yang dibidaninya dipercayakan duduk sebagai Ketua III Penglingsir Bagian Palemahan. Dan pada Pengurus Pusat Keluarga Besar Pratisentana Dalem Putih Jimbaran yang juga dibidaninya duduk sebagai Sekretaris Umum. Kepercayaan inilah yang membangkitkan kesadarannya akan harapan dari keluarga besar tertuju padanya. Dari begitu besar beban yang ada di pundaknya, hanya keinginan untuk mengupayakan pelurusan dan persatuan keluargalah yang ingin dicapainya. Oleh karena dari berbagai kebengkokan yang telah beratus tahun itu dapat menjadi lurus kembali, tidak akan ada lagi bagian dari keluarga ataupun keturunannya menemukan kesulitan-kesulitan sebagaimana yang telah dialaminya ataupun leluhurnya terdahulu. Upayanya ini telah terlihat jelas dari salah satu hasil karyanya dalam buku ini sebagai hasil dari penelusurannya bersama beberapa penglingsir keluarga yang lain selama puluhan tahun tanpa henti.
Dengan membaca buku ini, niscaya kegelapan yang ada pada sebagian besar Trah Ida Dalem Putih Jimbaran secara perlahan mendapatkan pencerahan. Selanjutnya menjadi tonggak penerangan bagi keluarga besar yang menginginkan pemahaman tentang kawitannya lebih jauh. 

2 komentar:

  1. om swastyastu, mohon info pak. apakah ada kaitannya kedatangan dalem Gel-Gel ke Jimbaran atau trah Ida wayan Petung gading dengan Merajan puna mekel Br. Tegal Jimbaran. karena pengempon disana sering menyebut Gedong saren dengan nama gedong dalem gel2 dan beberapa keris pusaka, manik dan bajra katanya adalah penugran dalem gel-gel.suksma pak :) om santi, santi,santi om

    BalasHapus
  2. Om Swastyastu,
    Dalam silsilah Pratisentana Dalem Petak Jimbaran telah dimuat bahwa sejauh ini baru 5 kelompok Keluarga Pengempon Pura Dewa Ayu Mas Jimbaran yakni Bagian dari:
    Trah Puna Natah
    Trah Pasek Kemoning
    Trah Pasek Pempatan
    Trah Arya Pinatih dan
    Trah Pasek Gel-gel

    Menjadi bagian dari keluarga besar kami Pratisentana Dalem Putih Jimbaran. Oleh sebab:
    1. Pewarisan hulu kewajiban hidup keluarga tersebut berujung kepada Prasasti Dalem Kembar yang ada di Grya Satrya.
    2. Pewarisan Ngamong Linggih Pura Ida Bhatara Dewa Ayu Mas Jimbaran yang juga adalah Putri dari Ida Brahmana Wayan (Dalem) Petung Gading.
    3. Pewarisan cerita turun-temurun, sekalipun kelompok besar keluarga tersebut keberadaan afiliasinya jelas, namun atas kaperas putra olih Ida Dewa Ayu Mas Jimbaran pada level generasi jauh di atasnya, maka patut kelompok keluarga tersebut menjadi bagian dari Pratisentana Dalem Petak Jimbaran.

    Dari informasi yang kami dapat beberapa waktu lalu, sebetulnya beberapa kelompok keluarga kemungkinannya memiliki kondisi yang sama namun masih belum menyatakan terlibat. Oleh karena berat bagi kami untuk menarik ataupun juga menolak keyakinan hulu dari apa yang telah mereka yakini.

    Tentang informasi keberadaan pelinggih Gedong Saren/Dalem Gel-gel beserta panugrahan Dalem Gel-gel pada keluarga Puna Mekel, dapat saya uraikan sebagai berikut;

    1. Informasi tersebut adalah informasi yang sangat mendukung langkah pemahaman selanjutnya yang juga mesti di dukung oleh data-data lain semisal;
    - keterkaitan hubungan pewarisan tugas terhadap Pura Ulun Siwi (yang menjadi sentral orientasi lokal di Jimbaran)
    - Penamaan Puna Mekel, terkesan merupakan kelompok keluarga yang menjadi bagian pemimpin masyarakat di wilayah yang di kuasai oleh Ida Dalem Putih Jimbaran.
    - Penamaan Gedong Dalem Gel-gel dengan pusaka panugrahannya, menyiratkan dibangunnya Gedong tsb pada fase waktu keberadaan Dalem Gel-gel pimpinan Ida Dalem Ketut Ngulesir hingga Dalem Di Made abad xiv -xvii. Pada fase tersebut, penjaga keamanan wilayah selatan Bali dipegang oleh Ki Tambyak dan keturunannya. Oleh sebab itu kemungkinannya bisa jadi merupakan bagian dari Ki Tambyak.
    Kemungkinan lain, karena ketika kedatangan Ida Dalem Putih Jimbaran/Dalem Uluwatu atau juga Ida Dalem Balangan (putra laki terakhir dari Ida Dalem Tarukan) ke Jimbaran dan kemudian menjadi penguasa Jimbaran, kelompok keluarga yang memegang panugrahan tersebut tetap menjaga Ida Dalem Putih Jimbaran di Jimbaran.

    Dengan demikian bila pertanyaannya tentang keterkaitan trah Ida Brahmana Wayan Petung Gading dengan Merajan Puna Mekel kemungkinannya ada dalam konteks tata atur pemerintahan kerajaan Jimbaran. Kecuali adanya hal-hal paperasan.
    Semoga penjelasan ini bermanfaat. Mohon maaf bila kiranya belum mengena. OSSSO

    BalasHapus